Beberapa contoh gambar souvenir di bawah ini bisa dipakai di acara pernikahan, ulang tahun, buah tangan.
Jika anda berminat silakan anda menghubungi Octa 085609019983 / 085279612229.
"Hidup itu indah jika moment yang terindah terekam dalam sebuah karya yang bernilai seni dan unik" Contact Person Fb: Moshe Dayan Barus , Black Ocet Part II, Andre Purba
Translate
Selasa, 28 Mei 2013
Senin, 27 Mei 2013
Tips di Foto Pernikahan
Tugas fotografer dalam pengambilan foto pernikahan sedikit berbeda, dalam pengambilan foto pernikahan tugas fotografer lebih berat di bandingkan dengan pengambilan foto yang lain, terutama bagi yang pertama kali melakukannya karena melibatkan seluruh anggota keluarga mempelai sebagai tanggung jawabnya yang harus di pikul dalam pengambilan foto. Berikut beberapa tips dan langkah-langkahnya dalam pengambilan foto wedding.
Pertama, buat daftar bagian sesi pernikahan mana saja yang harus di lakukan pengambilan foto, dan untuk melakukan ini anda harus menanyakan terlebih dahulu kepada pasangan mempelai beserta anggota keluarga untuk menghindari kekeliruan dan ketidakpuasan dari client anda. Dalam tahap ini jam terbang menjadi sangat penting karena menentukan scene-scene mana saja yang fotonya akan di ambil, walaupun penting bagi kita untuk berkonsultasi dengan client mengenai pengambilan foto tetap saja kita tidak bisa bergantung sepenuhnya kepada permintaan mereka, apabila hanya mengambil foto yang mereka minta hasilnya nanti bisa jadi kurang sempurna, maka jam terbang dalam pengambilan foto pernikahan penting sebagai referensi dari client-client anda sebelumnya untuk pengambilan foto yang akan anda lakukan. Anda perlu juga meminta bantuan salah satu anggota keluarga mempelai untuk mendampingi anda, tujuannya untuk memastikan bahwa semua orang yang di anggap penting dalam resepsi pernikahan tidak ada yang terlewat untuk di foto, baik itu anggota keluarga ataupun teman dan kerabat terdekat dari pasangan mempelai.
Anda bisa mengambil foto di sekitar lokasi pesta pernikahan, baik itu para tamu undangan, pengurus pesta dan sebagainya, juga mengambil foto di lingkungan sekitar yang dekat dengan tempat pesta pernikahan.
Di perlukan persiapan yang matang dan ketelitian sebelum melakukan pengambilan foto pernikahan, kita tidak tahu hambatan atau kendala apa saja yang akan menghadang dalam proses pengambilan foto, seperti faktor cuaca atau batre kamera yang tiba-tiba habis tanpa di duga, maka penting juga untuk memeriksa seluruh peralatan yang akan di gunakan dalam pengambilan foto untuk memastikan semuanya lengkap dan dapat berfungsi dengan baik. Penting juga untuk mengunjungi lokasi sebelum di langsungkannya pernikahan apabila bisa untuk melihat kemungkinan terburuk apa saja yang dapat terjadi di lokasi, sehingga anda dapat mempersiapkan metode untuk menanggulanganinya.
Suasana dalam pesta pernikahan merupakan suatu hal yang harus di perhatikan, jangan sampai aktifitas anda ketika mengambil foto akhirnya merusak suasana sekitar. Salah satu yang dapat merusak suasana pesta pernikahan adalah suara jepretan yang di timbulkan oleh kamera anda sendiri, maka dari itu sebelum pesta pernikahan di mulai pastikan suara kamera anda sudah dalam keadaan mati hingga pernikahan berakhir.
Coba untuk lebih teliti dalam pengambilan foto pernikahan, jangan lewatkan hal-hal kecil seperti cincin pernikahan, gaun pengantin dan hal-hal lainnya, walaupun itu kecil tapi sangat penting bagi pasangan mempelai karena foto-foto tersebut akan mengingatkan mereka terhadap momen bahagia pada saat itu. Yang terpentung dalam pengambilan foto pernikahan adalah mengerti, mengerti akan kebutuhan client dalam hal pengambilan foto, maka cobalah untuk berkonsultasi dengan client anda mengenai hal sekecil apapun untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik dan memuaskan.
Sumber : beberapa sumber fotografi dan pengalaman pribadi
Rabu, 22 Mei 2013
Tips Menghemat baterai.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan kamera terutama dalam penghematan batere kamera adalah :
1.Gunakan LCD seminim mungkin. Bagian pada kamera digital yang paling banyak mengkonsumsi batere adalah LCD. Usahakan seminim mungkin menggunakan layar LCD untuk penggunaan batere yang lebih lama.
2.Mengatur, melihat, menghapus atau mencetak foto langsung dari kamera ke printer pada saat batere sedang dilakukan pengisian dengan menggunakan AC adapter cukup efektif untuk mengurangi pemakaian batere.
3.Usahakan tidak terlalu sering mereview ulang foto-foto yang ada di memory card langsung dari camera. Seringkali pada saat istirahat di sela-sela pemotretan secara tidak sadar kita ingin melihat-lihat kembali hasil foto bidikan kita, perlu diingat proses mengakses/membaca memori card melalui camera cukup menyedot daya batere selain konsumsi batere untuk menampilkan di LCD.
4.Gunakan batere orisinil. Jangan gunakan type batere yang berbeda. Sekarang banyak beredar batere yang kompatibel dengan kamera digital. Dari segi bentuk sama namun perlu diperhatikan kapasitas tegangan yang dimiliki oleh batere tersebut berbeda. Biasanya kapasitas pemakaian yang dihasilkan setengah dari batere orisinil.
5.Biarkan batere habis pada saat pemakaian. Membiarkan batere habis pada saat pemakaian sebelum dilakukan pengisian kembali akan sangat membantu dalam perawatan batere sehingga akan meningkatkan umur pemakaian dari batere tersebut.
Pastikan bahwa batere tersebut telah benar-benar kosong/habis sebelum dilakukan pengisian batere kembali.
sumber: Canon Indonesia
1.Gunakan LCD seminim mungkin. Bagian pada kamera digital yang paling banyak mengkonsumsi batere adalah LCD. Usahakan seminim mungkin menggunakan layar LCD untuk penggunaan batere yang lebih lama.
2.Mengatur, melihat, menghapus atau mencetak foto langsung dari kamera ke printer pada saat batere sedang dilakukan pengisian dengan menggunakan AC adapter cukup efektif untuk mengurangi pemakaian batere.
3.Usahakan tidak terlalu sering mereview ulang foto-foto yang ada di memory card langsung dari camera. Seringkali pada saat istirahat di sela-sela pemotretan secara tidak sadar kita ingin melihat-lihat kembali hasil foto bidikan kita, perlu diingat proses mengakses/membaca memori card melalui camera cukup menyedot daya batere selain konsumsi batere untuk menampilkan di LCD.
4.Gunakan batere orisinil. Jangan gunakan type batere yang berbeda. Sekarang banyak beredar batere yang kompatibel dengan kamera digital. Dari segi bentuk sama namun perlu diperhatikan kapasitas tegangan yang dimiliki oleh batere tersebut berbeda. Biasanya kapasitas pemakaian yang dihasilkan setengah dari batere orisinil.
5.Biarkan batere habis pada saat pemakaian. Membiarkan batere habis pada saat pemakaian sebelum dilakukan pengisian kembali akan sangat membantu dalam perawatan batere sehingga akan meningkatkan umur pemakaian dari batere tersebut.
Pastikan bahwa batere tersebut telah benar-benar kosong/habis sebelum dilakukan pengisian batere kembali.
sumber: Canon Indonesia
Selasa, 21 Mei 2013
Tips dalam Fotografi Malam
Bermain dengan fotografi malam dan kedalaman warna yang ditawarkan olehnya, suatu hal yang sangat memikat. Banyak orang yang memandang bahwa ketika melihat hasil fotografi malam, mereka menjadi lebih tenang, perasaan seperti memandang kepada media yang tidak penuh warna, hanya lukisan cahaya.
Beberapa peralatan yang dibutuhkan bila Anda ingin melakukan pengambilan foto malam hari adalah:
1. Tripod.
Meskipun tidak selalu diperlukan, namun tripod akan memberikan fleksibilitas terbesar untuk mendapatkan sudut yang Anda butuhkan, terutama saat Anda menjaga kamera agar stabil untuk penerapan eksposur panjang/lama.
2. Lensa wide-angle.
Ini memang merupakan pilihan pribadi, tapi saya lebih suka dengan cara lensa ini bekerja dalam fotografi malam. Seperti 10-22mm f/3.5-4.5, atau 16-35mm f/2.8L. Namun bila Anda masih belum memilikinya, jangan pula terlalu khawatir! Cobalah dengan apa pun yang Anda punya, sebagai satu-satunya hal yang akan membatasi Anda adalah imajinasi Anda sendiri. mantabs… hehe
3. Hood lensa.
Untuk meminimalkan flare lensa dari cahaya yang masuk pada sudut luar frame Anda.
4. Sebuah senter.
Kadang-kadang Anda akan ingin menarik perhatian atau hanya meringankan bagian penting dari latar depan yang terlalu gelap.
5. Imajinasi
Alat banyak berbohong pada kita, kita membutuhkan imaginasi terhadap hasil dari kamera kita sendiri, Anda lebih mengenal kamera Anda daripada saya.
Aturan komposisi yang juga sama berlaku untuk siang hari juga berlaku untuk malam hari, kecuali dengan malam kita harus menerapkan eksposur panjang.
Baiklah, disini sedikit kita berikan contoh pengaturan dalam hal komposisi agar kita lebih memahami hubungan gambar yang dihasilkan dengan komposisi yang diberlakukan pada kamera saat pengambilan foto.
Perpustakaan Umum Vancouver, sebuah bangunan fotogenik setiap saat sepanjang hari, tapi cahaya berkurang pada malam membentuk pola lembut yang membuatnya menjadi subjek yang bahkan lebih menarik. Perhatikan lensa suar hijau di sudut atas – ini mungkin dapat dihindari dengan membuang filter atau menggunakan kecepatan rana yang lebih cepat. Komposisi : rana 30 detik di f/22.
Air adalah teman Anda dalam pekerjaan malam hari. Warna yang merembes, melembutkan dan menambah cahaya yang menarik untuk gambar Anda. Komposisi : rana 10 detik pada f/11
Sekali lagi, melihat bagaimana air membawa lebih banyak cahaya ke dalam, bagian gambar keluar ruang negatif dan dapat menciptakan simetri yang cantik. Hal lain menyenangkan kerja malam adalah cara lampu menjadi bintang sendiri – tidak ada efek khusus di sini, hanya waktu. 25 detik pada f/22
Lihat patung ini, mungkin timbul pertanyaan bagaimana menambahkan detail sedikit ke bagian yang tidak menghadapi sumber cahaya. Ternyata sang fotografer menggunakan headlamp dari sepeda, menangkupkan itu di tangan untuk memastikan itu tidak mencapai lensa, dan mengarahkannya ke daerah tenggorokan dan dada patung . 30 detik pada f/22
Akhirnya … hal lain yang saya suka tentang fotografi malam adalah bahwa satu-satunya orang dalam gambar adalah mereka yang saya inginkan di dalamnya. Tembak pada kecepatan yang cepat, ingin mengaburkan kerumunan atau kehilangan mereka sama sekali? Dapatkan bahwa kecepatan rana untuk 10-30 detik dan menonton mereka kabur ke dalam ketidakjelasan. Dalam gambar ini, kerumunan skaters telah berubah menjadi blur. Sebuah paparan 1 detik pada f / 8 memungkinkan untuk mengaburkan skaters sambil menjaga masih kerumunan di latar belakang.
source:many
Belajar Teknik Panning Dalam Fotografi
Panning adalah salah satu teknik fotografi yang digunakan untuk membekukan gerakan benda yang bergerak. Ide dibalik teknik panning ini adalah untuk mengatasi masalah dalam menangkap objek yang bergerak cepat. Ciri-ciri foto dengan menggunakan teknik panning adalah fokus dengan tajam terhadap objek yang bergerak sedangkan background nya blur atau kabur.
![]() |
| F1 GP by Prescott |
- Pilih Shutter Speed yang lebih rendah dari yang Anda sering gunakan. Mulai dengan 1/30sec kemudian coba-coba dengan Shutter Speed yang lebih rendah. Shutter Speed yang digunakan tergantung pada jumlah cahaya dan kecepatan objek, gunakan 1/60sec hingga 1/8sec.
- Posisikan diri Anda di tempat dimana pandangan Anda terhadap objek tidak akan terhalang oleh siapapun, atau apapun. Juga mempertimbangkan latar belakang objek Anda, meskipun akan blur namun jangan sampai mengganggu terhadap objek Anda. Background yang berwarna atau cenderung menghasilkan blur yang bagus.
- Jika Anda menggunakan lensa yang panjang, gunakan tripod atau monopod dengan head yang bisa berputar agar pergerakan kamera mulus dalam mengikuti objek.
- Jika Anda menggunakan kamera dengan auto focus motor Servo Anda dapat membiarkan kamera melakukan focus mengikuti pergerakan objek dengan menekan setengah tombol Shutter.
- Jika kamera Anda tidak memiliki auto focus yang cukup cepat Anda harus melakukan pra-fokus pada kamera Anda di tempat dimana Anda akan menekan tombol Shutter.
- Ikuti pergerakan objek sambil menekan setengah tombol Shutter untuk mengambil focus pada objek, jika pergerakan tangan Anda sudah relative sama dengan objek maka tekan penuh tombol Shutter (lakukan selembut mungkin untuk mengurangi guncangan kamera).
- Setelah Anda menekan tombol Shutter terus ikuti arah pergerakan objek sampai proses pengambilan gambar selesai.
- Terakhir jangan lupa practice, practice and practice. Lakukan banyak latihan dalam mempraktekkan teknik Panning.
source: many blog
STREET PHOTOGRAPHY
Street
Photography jenis baru ataukah apa itu street photography ? Apakah street
photogaphy adalah memotret jalanan ? atau bagaimana ?
Pemahaman
street photography itu sendiri mungkin dapat dijabarkan sebagai berikut
Photography
yang menangkap moment yang terjadi tanpa di set terlebih dahulu object yang ada
lokasinya. Photo bisa di mana saja (publik area) dimana kaidah photography
dapat digunakan atau diabaikan asal menghasilkan mood dan cerita ataupun ide
ide baru yang terekam didalam photo tersebut.
Apa
yang terdapat di dalam Street Photography dan perlengkapan apa yang diperlukan
ikuti bahasanya dibawah ini.
Faktor
penentu street photography yang baik
1.
Moment / kejadian yang dapat tertangkap dengan baik
2.
Penguasaan kamera yang cukup
3.
Memprediksikan kejadian yang akan terjadi dengan baik
4.
Penguasaan komposisi yang baik
5.
Kamera dan lensa yang memadai
6.
Kesiapan dari kesemua faktor diatas dituangkan dalam karya photo
7.
Camera yang simple / gunakan camera yang simple contohnya camera mirrorless
seperti canon eos M, olypus omd, atau juga bisa menggunakan slr dengan lensa
yang tidak terlalu mencolok seperti lensa pancake, fix 50/ 80 mm dll sehingga
kamu lebih fokus untuk memotret bukan mengganti lensa
TIPS
MEMOTRET STREET PHOTOGRAPHY
1.
TIMING - Ketepatan waktu
2.
SETTING Camera yang tepat
3.
MENUNGGU
4.
MANFATKAN GARIS / PATTERN
5.
CAMERA YANG SIMPLE
6.
KOMPOSISI
7.
PREDISI
8.
CERITA
Rangkaikan
semua itu dalam Photo mu dan hasilkan karya karya unik dan tidak terpikirkan
ciptakan ide ide baru dan terus berkarya.
Selamat
mencoba
source: Artikel 010-02
By. Herry tjiang
Kamis, 16 Mei 2013
Tips Unik dalam Fotografi
Kadangkala kita diminta memotret wajah teman atau kenalan yang memiliki
karakteristik wajah yang khas (dalam pengertian kurang baik, misalnya: hidung
yang pesek, pipi tembem, kupingnya gede dll) – karena tiada manusia yang
sempurna.
Kita bisa mencoba beberapa teknik pemotretan tertentu agar teman tadi tetap
kelihatan oke, teknik pemotretan ini bertujuan mengurangi “efek negatif” dari
karakteristik yang sudah disebutkan tadi.
1. Jika kepala teman anda botak, potretlah dari angle yang rendah
(kamera agak mendongak keatas) dan jika anda menggunakan pencahayaan tambahan,
usahakan agar tidak ada sumber cahaya yang memantul di kepalanya
2. Jika wajahnya memiliki kerutan yang banyak, gunakan sumber
cahaya yang arahnya dari depan, bukan dari samping. Cahaya yang datang dari
samping akan memperjelas tekstur kerutan ini
3. Jika teman anda telinganya gede, aturlah pose mereka supaya hanya satu
telinga yang terlihat dan usahakan agar telinga yang terlihat ini tidak tampak
menonjol
4. Jika teman anda pesek, potretlah dari depan dan aturlah
pose-nya agar muka menatap lurus ke depan.
5. Jika teman anda dagunya berlipat dua, aturlah pose-nya agar menatap lurus ke
kamera dan usahakan agar kepala agak condong ke depan sehingga lipatan dagu
berkurang
6. Jika wajah teman lumayan tembem, kasih tahu supaya diet (he he) lalu
aturlah pose-nya agar menatap serong ke kanan atau kiri namun jangan sampai
lurus ke samping, serong sedikit saja.
Semoga ini bermanfaat bagi yang amatir maupun yang udah pro...
selamat hunting ria..... #salam jepret
Senin, 13 Mei 2013
Kategory Photography
Kategory photography cukup banyak dibahas atau bahasan yang membagi photograpy dari segi pekerjaannya, gender, dari lensa yang dipakai dll. Mungkin cukup membingungkan pembagiannya untuk lebih mudah mengelompokkan category photography saya membaginya menjadi 3 kelompok besar yaitu :
- Photography Commercial
- Photography Non commercial
- Photography Journalism
Tentunya dengan pembagian diatas terdapat sub bagian lainnya yang akan lebih memudahkan kita untuk mengerti pengelompokan photography meskipun nantinya juga semuanya akan berpulang dari idealisme dari photographer itu sendiri.
- Photography Commercial
Photo yang mengandung nilai commercial atau yang dapat di perjual belikan dan digunakan untuk commercial publikasi/ dapat dilihat atau dinikmati oleh orang banyak.
Photographer commercial akan lebih mengutamakan tujuan akhir dari photo yang dihasilkan. Menggunakan konsep sebelum pemotretan, persiapan dan pelaksanaan yang baik, tentunya juga disesuaikan dengan keinginan orang lain atau client.
Cabang dari Photography Commercial :
- Arsitektur photography
- Food photography
- Fashion dan Beauty
- Interior
- Wedding photography
- Stock photography
- Areal photography
- Product
- Still life photography
10. Dll
2. Photography Non Commercial
Photo yang tidak ditujukan untuk commercial, Photographer Non commercial ini menganggap photography sebagai hobby ataupun kesenagan pribadi, pada pemotretannya tidak diharuskan memiliki konsep yang disesuaikan oleh orang lain dan lebih mengutamakan kepuasan pribadi. Dalam beberapa kasus photo non commercial ini dapat diperjual belikan juga bahkan terkadang hargnya lebih besar dari photo commercial, hal ini karena sudah melibatkan idealisme, mood, ataupun ide ide creative dari photographer yang mengambilnya. Yang pada akhirnya akan menjadi sebuah karya seni seperti halnya lukisan.
Pada photography non commercial ini konsep konsep dari photo tersebut juga sering dipakai di photography commercial.
Cabang dari Photography Non Commercial :
- Landscape photography
- High speed photography
- Underwater photography
- Night shoot photography
- Black and white photography
- Strobist photography
- Portrait photography
- Human Interst photography
- Infrared photography
10. Macro photography
11. Nature photography
12. Nude photography
13. Wild life photography
14. Lomography
15. Light painting
16. Miniatur photography
17. dll
3. Photography Journalism
Photography yang memiliki nilai berita dari photo yang dihasilkan, photo photo ini merupakan photo yang terekam dari kejadian yang nyata dan tidak di setting. Photo journalism bukan merupakan photography commercial meski juga photo tersebut memiliki nilai commercial jika dijual, Tujuan akir dari photo ini adalah memberikan gambaran ke public tentang cerita dibalik photo tersebut. Photo Jorunalism tidak bisa dikonsep terlebih dahulu karena kejadiannya nyata dan tidak di manipulasi.
Cabang dari photography Journalism ini
- Journalis
- Dokumentary
- War photography
- Candid photography
- Street photography
- dll
Dari semuanya diatas tentunya pembagian dan pengelompokan dapat lebih atau berbeda dari penulis sampaikan diatas. Juga makin bertambahnya kreativitas yang ada makin memperbanyak cabang dan pembagian dari photography diatas
Copyright @ Herry Tjiang 1999
Teknik Dasar Foto
Memotret adalah proses kreatifitas yang tidak hanya sekedar membidik obyek yang akan kita rekam dan kemudian menekan tombol shutter pada kamera. Dalam menciptakan sebuah karya foto kita harus mempunyai ide (konsep) yang matang agar tidak mengalami kesulitan dilapangan dan yang tidak kalah pentingnya adalah memahami tentang komposisi, ketajaman dan pencahayaan (teknis).
JENIS-JENIS FOTO
Materi jenis-jenis foto ini bertujuan untuk memperkenalkan beberapa jenis foto sebagai referensi lebih jauh lagi dalam memperdalam pengetahuan dunia fotografi. Jenis-jenis foto disini hanya sebagai pengelompokan secara garis besar, yang membantu mempermudah kita dalam memahami sebuah karya fotografi, dan ini bukan sebagai penggolongan yang paten untuk menghasilkan karya foto.
- FOTO MANUSIA
Foto manusia adalah semua foto yang obyek utamanya manusia, baik anak-anak sampai orang tua, muda maupun tua. Unsur utama dalam foto ini adalah manusia, yang dapat menawarkan nilai dan daya tarik untuk divisualisasikan. Foto ini dibagi lagi menjadi beberapa kategori yaitu :
a. Portrait
Portrait adalah foto yang menampilkan ekspresi dan karakter manusia dalam kesehariannya. Karakter manusia yang berbeda-beda akan menawarkan image tersendiri dalam membuat foto portrait. Tantangan dalam membuat foto portrait adalah dapat menangkap ekspresi obyek (mimic, tatapan, kerut wajah) yang mampu memberikan kesan emosional dan menciptakan karakter seseorang.
b. Human Interest
Human Interest dalam karya fotografi adalah menggambarkan kehidupan manusia atau interaksi manusia dalam kehidupan sehari-hari serta ekspresi emosional yang memperlihatkan manusia dengan masalah kehidupannya, yang mana kesemuanya itu membawa rasa ketertarikan dan rasa simpati bagi para orang yang menikmati foto tersebut.
c. Stage Photography
Stage Photography adalah semua foto yang menampilkan aktivitas/gaya hidup manusia yang merupakan bagian dari budaya dan dunia entertainment untuk dieksploitasi dan menjadi bahan yang menarik untuk divisualisasikan.
d. Sport
Foto olahraga adalah jenis foto yang menangkap aksi menarik dan spektakuler dalam event dan pertandingan olah raga. Jenis foto ini membutuhkan kecermatan dan kecepatan seorang fotografer dalam menangkap momen terbaik.
- FOTO NATURE
Dalam jenis foto nature obyek utamanya adalah benda dan makhluk hidup alami (natural) seperti hewan, tumbuhan, gunung, hutan dan lain-lain.
a. Foto Flora
Jenis foto dengan obyek utama tanaman dan tumbuhan dikenal dengan jenis foto flora. Berbagai jenis tumbuhan dengan segala keanekaragamannya menawarkan nilai keindahan dan daya tarik untuk direkam dengan kamera.
b. Foto Fauna
Foto fauna adalah jenis foto dengan berbagai jenis binatang sebagai obyek utama. Foto ini menampilkan daya tarik dunia binatang dalam aktifitas dan interaksinya.
c. Foto Lanskap
Foto lanskap adalah jenis foto yang begitu popular seperti halnya foto manusia. Foto lanskap merupakan foto bentangan alam yang terdiri dari unsur langit, daratan dan air, sedangkan manusia, hewan, dan tumbuhan hanya sebagai unsur pendukung dalam foto ini. Ekspresi alam serta cuaca menjadi moment utama dalam menilai keberhasilan membuat foto lanskap.
- FOTO ARSITEKTUR
Kemanapun anda pergi akan menjumpai bangunan-bangunan dalam berbagai ukuran, bentuk, warna dan desain. Dalam jenis foto ini menampilkan keindahan suatu bangunan baik dari segi sejarah, budaya, desain dan konstruksinya. Memotret suatu bangunan dari berbagai sisi dan menemukan nilai keindahannya menjadi sangat penting dalam membuat foto ini. Foto arsitektur ini tak lepas dari hebohnya dunia arsitektur dan teknik sipil sehingga jenis foto ini menjadi cukup penting peranannya.
- FOTO STILL LIFE
Foto still life adalah menciptakan sebuah gambar dari benda atau obyek mati. Membuat gambar dari benda mati menjadi hal yang menarik dan tampak “hidup”, komunikatif, ekspresif dan mengandung pesan yang akan disampaikan merupakan bagian yang paling penting dalam penciptaan karya foto ini. Foto still life bukan sekadar menyalin atau memindahkan objek ke dalam film dengan cara seadanya, karena bila seperti itu yang dilakukan, namanya adalah mendokumentasikan. Jenis foto ini merupakan jenis foto yang menantang dalam menguji kreatifitas, imajinasi, dan kemampuan teknis.
- FOTO JURNALISTIK
Foto jurnalistik adalah foto yang digunakan untuk kepentingan pers atau kepentingan informasi. Dalam penyampaian pesannya, harus terdapat caption (tulisan yang menerangkan isi foto) sebagai bagian dari penyajian jenis foto ini. Jenis foto ini sering kita jumpai dalam media massa (Koran, majalah, bulletin, dll).
TEKNIK DASAR PEMOTRETAN
Setelah kita mengenal jenis-jenis foto, sekarang saatnya untuk mengetahui bagaimana cara memotrer untuk menghasilkan sebuah karya foto. Seorang fotografer pada awalnya harus menguasai kamera dan bagaimana cara kerja kamera tersebut.
Focusing
Istilah focusing dalam fotografi adalah proses penajaman imaji pada bidang tertentu suatu obyek pemotretan. Focusing adalah teknik paling dasar tetapi begitu penting, karena untuk mendapatkan gambar yang tajam dan jelas kita harus melakukan focusing secara tepat. Pemilihan bidang atau titik tertentu dalam suatu obyek foto akan menentukan kesan “kedalaman” pada sebuah foto. Obyek yang akan kita hadapi dalam pemotretan tidak hanya sekedar benda diam saja, tetapi kita juga akan dihadapkan pada benda bergerak (misalnya foto olahraga), hal ini akan berpengaruh pada tingkat kesulitan dalam focusing. Untuk tahap pembelajaran, lakukanlah focusing pada benda diam dahulu hingga kita memahami tehnik focusing dengan tepat.
Pengaturan Speed
Proses pembakaran negatif di dalam kamera untuk mendapatkan imaji tertentu dipengaruhi oleh cara kerja dan kecepatan rana kamera. Kita bisa menentukan kecepatan rana saat pembakaran dengan pengaturan speed. Semakin tinggi speed (high speed) yang kita pakai maka akan semakin cepat pula rana bekerja dan sebaliknya, semakin rendah speed (low speed) yang kita pakai maka akan semakin lambat pula rana bekerja. Dalam dunia fotografi terdapat istilah pencahayaan normal (normal eksposure), pencahayaan rendah (under eksposure) dan pencahayaan tinggi (over eksposure). Pencahayaan normal adalah dimana kita menentukan speed dan diafragma yang tepat untuk mendapatkan gambar seperti pada keadaan obyek foto yang sebenarnya. Over eksposure(pencahayaan tinggi) adalah kompensasi pada pengaturan speed untuk mendapatkan intensitas pencahayaan yang lebih banyak daripada pencahayaan normal dan gambar yang dihasilkan pun lebih terang daripada kondisi aslinya. Under eksposure (pencahayaan rendah) adalah kompensasi pencahayaan pada pengaturan speed untuk mengurangi intensitas cahaya dibawah pencahayaan normal. Under eksposure sering digunakan ketika kondisi cahaya dalam pemotretan terlalu keras sehingga pengkompensasian akan diperlukan untuk mendapatkan gambar yang lebih maksimal.
Pengaturan Diafragma
Sebuah foto yang menarik adalah dimana foto tersebut terdapat dimensi ruang atau kesan kedalaman. Fasilitas diafragma pada lensa kamera berperan penting dalam mengatur pemisahan antara bidang background dan obyek utama. Diafragma juga menetukan seberapa luas ruang tajam pada foto. Semakin kecil bukaan diafragma semakin luas ruang tajam yang bisa kita dapatkan dan semakin besar bukaan diafragma maka semakin sempit ruang tajam dalam foto.
RESEP KREATIF PEMOTRETAN
1. Zooming
Zooming adalah kreatif pemotretan dengan memanfaatkan fasilitas ring zoom pada lensa kamera. Zoom in adalah membuat gambar obyek tampak lebih mendekat sedangkan zoom out adalah membuat gambar obyek tampak lebih menjauh. Dalam pengaturan speed dan penggunaan zoom yang tepat akan memberikan efek motion (gerak) pada hasil foto.
Bahan-bahan :
a. Kamera
b. Tripod (jika diperlukan)
c. Filter Radial Zoom (jika diperlukan)
Cara membuat :
a. Memotret zooming, membutuhkan speed yang lambat, jadi pastikan speed pada kamera anda dalam setting speed lambat, pastikan objek dalam keadaan fokus
b. Setelah speed ditentukan, maka lanjutkan dengan mengatur diafragma menyesuaikan speed agar mendapat pencahayaan yang normal
c. Setelah mendapat normal, jepret shutter bersamaan dengan memutar ring zoom, jika ring zoom diputar dari jauh ke dekat maka disebut zoom in, jika ring zoom diputar dari dekat ke jauh disebut zoom out
d. Jika kesulitan dengan speed lambat, anda bisa menggunakan tripod atau filter radial zoom.
2. Panning
Panning adalah teknik kreatif pemotretan untuk mendapatkan efek gerak pada obyek yang bergerak (balap motor, orang berlari, dll). Hasil dari teknik panning adalah adanya efek motion (gerak) pada latar belakang (background).
Bahan-bahan :
a. Kamera
b. Tripod (jika diperlukan)
Cara membuat :
a. Sama seperti memotret zooming, motret panning membutuhkan speed yang lambat agar menghasilkan efek gerak. Jadi pastikan kamera anda dalam setting speed lambat
b. Kemudian lanjutkan dengan mengatur diafragma agar mendapat pencahayaan yang normal
c. Pencet shutter bersamaan dengan mengubah arah kamera mengikuti gerak objek
d. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, pastikan memencet shutter pada saat objek berada tepat di tengah kamera
e. Jika anda kesulitan dengan speed lambat, pergunakan tripod.
3. Double/Multi Ekspose
Adalah teknik pemotretan dengan mengkombinasikan beberapa perekaman imaji/gambar dalam satu bingkai frame. Teknik ini membutuhkan penuangan kreatifitas, ide, konsep dan pemahaman komposisi serta pencahayaan.
Bahan-bahan :
a. Kamera
b. Filter Multi Ekspose (jika diperlukan)
Cara membuat :
a. Memotret multi ekspose membutuhkan ide, konsep, dan kreativitas. Jadi pastikan anda sudah mempunyai ide
b. Jika anda sudah mempunyai ide, pastikan objek yang akan anda potret dalam keadaan pencahayaan normal (atur terlebih dahulu speed dan diafragmanya)
c. Jika pencahayaan sudah normal, pencet tombol shutter. Objek 1 sudah anda dapatkan
d. Untuk mendapatkan objek ke-2, 3, dst., ulangi urutan di atas. Akan tetapi sebelum memutar kokang, putar tombol multi ekspose kemudian baru di kokang, kemudian pencet shutter dan begitu seterusnya
e. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, pastikan anda sudah memikirkan porsi untuk objek 1, 2, 3, dst dalam satu frame
f. Jika anda kesulitan, anda bisa menggunakan filter multi ekspose.
4. Bulb
Bulb adalah proses pemotretan dengan memanfaatkan fasilitas bulb pada kamera. Fasilitas bulb pada kamera memberikan keleluasaan dalam menentukan berapa lama rana terbuka untuk proses pembakaran. Bila kita memotret pada kondisi cahaya yang minim atau sangat kurang (pada malam hari), dan prioritas speed tidak mampu lagi mendapatkan pencahayaan normal maka fasilitas bulb pada kamera akan sangat membantu. Untuk menghindari goncangan (shaking), alat bantu tripod dan kabel release sangat dibutuhkan.
Bahan-bahan :
a. Kamera
b. Tripod
c. Kabel Release
Cara membuat :
a. Pastikan kamera anda dalam setting speed bulb
b. Untuk diafragma, terserah pada fotografer. Jika bukaan diafragma lebar maka efek dari sumber cahaya akan bulat. Jika bukaan diafragma sempit maka efek dari sumber cahaya akan berbentuk bintang
c. Untuk lamanya rana membuka (speed), fotografer dapat menentukan sendiri waktunya
d. Untuk menghindari goncangan pada kamera, lebih baik menggunakan tripod atau kabel release.
5. Siluet
Siluet adalah teknik pemotretan untuk menampilkan gambar obyek dalam keadaan gelap. Teknik ini memanfaatkan arah sumber cahaya yang berasal dari balik obyek yang akan kita potret. Teknik ini membutuhkan ketepatan pencahayaan agar obyek yang kita rekam tetap tampil dengan kontur dan ketajaman yang tepat.
Bahan-bahan :
a. Kamera
Cara membuat :
a. Teknik siluet ini memanfaatkan sumber cahaya yang datang dari balik objek sehingga pengukuran speed dan diafragma terletak pada sumber cahaya tersebut
b. Karena kita mengukur pencahayaan normal pada sumber cahaya yang ada dibalik objek, maka efeknya objek yang ada didepannya akan lebih gelap.
6. Makro
Makro adalah kreatif dalam pemotretan dengan menggunakan lensa makro untuk mendapatkan gambar obyek yang sangat dekat sekali. Foto makro juga digunakan untuk mendapatkan detail dan tekstur pada obyek yang kita potret. Dalam pemotretan makro, ruang tajam akan menjadi sempit sekali oleh karena itu dibutuhkan ketepatan pancahayaan dan focusing. Ketika tidak ada lensa makro untuk melakukan pemotretan ini kita bisa menyiasatinya dengan membalik lensa normal untuk pemotreta makro.
Bahan-bahan :
a. Kamera
b. Lensa Makro (jika punya)
c. Filter Close Up
Cara membuat :
a. Jika anda mempunyi lensa makro, maka memotret makro dapat dilakukan seperti pemotretan pada umumnya
b. Jika anda tidak mempunyai lensa makro, anda bisa menyiasati dengan cara membalik lensa normal
c. Jika anda masih kesulitan, pakailah filter close up
7. Framming
Framming adalah kreatif pemotretan dengan memanfaatkan unsur lain pada obyek yang kita potret sehingga membentuk kesan frame/bingkai tersendiri untuk menambah nilai keunikan dan menarik serta memperkuat kesan foto secara visual.
8. Strobis
Strobist adalah teknik pemakaian flash secara external, jadi tidak digunakan diatas hotshoe kamera, melainkan dengan bantuan trigger, atau Flash yang bisa digunakan sebagai master. Alat wireless trigger ini umumnya menggunakan gelombang radio atau sinar infra merah untuk menyalakan flash slave (flash lain harus mengikuti pada flash utama). Keuntungan dengan menggunakan teknik ini kita bisa memposisikan satu atau lebih flash di mana saja untuk mengatur arah, intensitas, cahaya untuk menghasilkan foto yg kita inginkan.
Langganan:
Komentar (Atom)






